Oracle 10g on Gentoo Linux
Untuk mengisi kegiatan refreshing menjelang sidang, iseng-iseng nyobain install oracle, cuma install doang, di gentoo linux. Sebenarnya dokumentasinya ada di sini. Biar menuh-menuhin crawl-nya google makanya dibuat cerita ini. Untuk instalasi oracle 10g di gentoo pertama2 siapkan installernya, linknya ada di sini, lalu siapkan space sebesar 2,7 gigs untuk installer+databasenya. Setelah persiapan mental maka lakukan langkah berikut:
- mkdir /opt/oracle
- groupadd dba
- groupadd oinstall
- useradd -c “user e cuuyy” -g oinstall -G dba -d /opt/oracle oracle
- chown -R oracle:oinstall /opt/oracle
- chmod -R 755 /opt/oracle
- Setelah itu lakukan editting pada file limit.conf, ini sedikit bocoran
- Lalu buatlah file 99oracle pada /etc/env.d sebagai konfigurasi default yang akan digunakan dalam menginstall oracle nantinya. Ini bocorannya, lagi
- sebelum mengeksekusi installer oraclenya kita harus menginstall beberapa requirement lagi, di antaranya:
- Openmotif
- gcc 3.4
- libXtst
- glibc
- libaio
- Setelah semuanya beres maka lakukan “xhost +”
- Barulah mulai instalasi oraclenya, “./runInstaller -ignoreSysPrereqs
oracle soft nofile 4096
oracle hard nofile 63536
oracle soft nproc 2047
oracle hard nproc 16384
ORACLE_BASE=/opt/oracle
ORACLE_HOME=/opt/oracle/product/oracle10g
ORACLE_SID=’oracle10g’
ORACLE_TERM=xterm
ORACLE_OWNER=oracle
TNS_ADMIN=/opt/oracle/product/oracle10g/network/admin
NLS_LANG=AMERICAN_AMERICA.WE8ISO8859P1
ORA_NLS10=/opt/oracle/product/oracle10g/nls/data
CLASSPATH=/opt/oracle/product/oracle10g/jdbc/lib/classes12.zip
LD_LIBRARY_PATH=/opt/oracle/product/oracle10g/lib:/opt/oracle/product/oracle10g/lib32
DISABLE_HUGETLBFS=1
PATH=/opt/oracle/product/oracle10g/bin
ROOTPATH=/opt/oracle/product/oracle10g/bin
LDPATH=/opt/oracle/product/oracle10g/lib:/opt/oracle/product/oracle10g/lib32
TZ=GMT
Setelah itu tinggal ikuti langkah yang ada pada installer oracle. Ada beberapa saran nech buat yang mo install oracle:
- pilih yang enterprise saja biar lebih lengkap.
- Cukup install software databasenya saja dulu, habis ntuh ntar next step barulah install contoh databasenya.
- abaikan error yang terjadi, kita akan perbaiki setelah selesai instalasi.
- setelah selesai instalasi JANGAN langsung mengeksekusi root.sh, karena ada yang akan kita edit terlebih dahulu
- lakukan ini “ls -s /opt/oracle/product/oracle10g/lib/libclntsh.so -> /opt/oracle/product/oracle10g/lib/libclntsh.so.10.1″
Setelah instalasi selesai maka ada beberapa patch yang harus dilakukan, untuk lebih lengkap bisa di lihat di sini. Pastikan patch benar-benar sesuai dengan yang ada pada wiki gentoo tersebut. Setelah selesai patch barulah lakukan:
- relink oracle
- relink network
- relink client
- relink client_sharedlib
- relink interMedia
- relink ctx
- relink utilities
- relink sqlplus
- relink ldap
Setelah itu barulah lakukan pengeksekusian root.sh barulah setelah itu lakukan pembuatan database baru dengan menggunakan perintah dbca. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan database baru adalah opsi untuk tidak melakukan back up server. Jika kita tidak ingin memback-up database maka kita tidak perlu men-checklist-nya, biar ngirit hardisk.
Kemudian buatlah file ora.database, ora.listener, dan ora.console pada /etc/init.d/ agar memudahkan kita untuk menjalankan maupun menghentikan oraclenya. Untuk ketiganya, anda dapat mendapatkannya di wiki gentoo lagi, sini cuuyy.
Sebelum mulai menikmati oracle+isqlplus-nya, kita harus menyiapkan 3 file penting terlebih dahulu yaitu listener.ora, sqlnet.ora dan juga tnsname.ora. Ketiganya sangatlah penting agar oracle mengetahui settingan yang akan digunakan untuk koneksi. Setelah kesemua-semuanya selesai juga maka untuk mengaksesnya cek ke http://localhost:1158/em untuk enterprise managernya sedangkan http://localhost:5560 untuk isqlplus-nya
Mungkin itu dulu yah…
NB: tested on x86_64 Gentoo AMD64
ney ditambahin sekalian dech patch dan file starter oracle, sapa tau ntar wiki gentoo-nya error lagee..
- Patch for $ORACLE_HOME/bin/relink
— relink.org 2005-01-12 18:05:59.061221392 -0500
+++ relink 2005-01-12 18:11:58.346601712 -0500
@@ -56,7 +56,7 @@
#—————————–
# make sure ORACLE_HOME is set-if [ x${ORACLE_HOME} = x ] -o [ ${ORACLE_HOME} = "" ];
+if [ x${ORACLE_HOME} = "x" ];
then
echo “ORACLE_HOME is either unset or empty.”
exit 1
@@ -75,7 +75,7 @@
ARGUMENTS=”<parameter>”
USAGE=”usage:\n\t$SCRIPTNAME $ARGUMENTS”
HELPMESG=”\nparameters: all, oracle, network, client, client_sharedlib,\
- interMedia,\n\tctx, precomp, utilities, oemagent, ldap”
+ interMedia,\n\tctx, precomp, utilities, sqlplus, ldap”if [ $# -ne 1 ];
then
@@ -89,10 +89,10 @@
#—————————
# check for valid parameter-if [ $1 != "all" -a $1 != "oracle" -a $1 != "client" -a\
+if [ $1 != "all" -a $1 != "oracle" -a $1 != "sqlplus" -a $1 != "client" -a\
$1 != "client_sharedlib" -a $1 != "network" -a $1 != "interMedia" -a\
$1 != "ctx" -a $1 != "precomp" -a $1 != "utilities" -a\
- $1 != "oemagent" -a $1 != "ldap" ] ; then
+ $1 != “ldap” ] ; then
echo “No valid parameter”
echo $HELPMESG
exit 1
@@ -196,8 +196,6 @@
files=”$ORACLE_HOME/rdbms/lib/ins_rdbms.mk” ;;
sqlplus)
files=”$ORACLE_HOME/sqlplus/lib/ins_sqlplus.mk” ;;
- oemagent)
- files=”$ORACLE_HOME/sysman/lib/ins_sysman.mk” ;;
ldap)
files=”$ORACLE_HOME/ldap/lib/ins_ldap.mk” ;;
all)
@@ -291,9 +289,9 @@
cleanup
}-oemagent () {
- call_make $param “install”
- cleanup
+sqlplus () {
+ call_make $param “install”
+ cleanup
}all () {
- Patch for $ORACLE_HOME/rdbms/lib/env_rdbms.mk
--- env_rdbms.mk.org 2005-01-13 18:41:23.000000000 -0500
+++ env_rdbms.mk 2005-01-13 18:43:41.000000000 -0500
@@ -2412,10 +2412,10 @@
KSMS=$(ORACLE_HOME)/rdbms/lib/ksms.o
INSTALL_TARGS=clean idbv itstshm imaxmem iorapwd idbfsize idumpsga\
- imapsga icursize iextproc $(IEXTPROC32) iagtctl ihsalloci ihsots ihsdepxa isbttest\
+ imapsga icursize iextproc ihsalloci ihsots ihsdepxa isbttest\
ikgmgr iloadpsp idgmgrl $(IHSO) inid iextjobo iextjob ikfod
ITEST=ioracle idbv itstshm imaxmem iorapwd idbfsize icursize \
- iextproc $(IEXTPROC32) ihsalloci ihsots ihsdepxa iosh isbttest iexp iimp isqlldr \
+ iextproc ihsalloci ihsots ihsdepxa iosh isbttest iexp iimp isqlldr \
irman iexpst iimpst isqlldrst ikgmgr iloadpsp idgmgrl $(IHSO) $(ITG4) \
inid iexpdp iimpdp iextjobo iextjob ikfod
IUTILITIES=iimp iexp isqlldr itkprof irman ikgmgr iloadpsp iimpdp iexpdp igenezi
- Patch for $ORACLE_HOME/rdbms/lib/ins_rdbms.mk
--- ins_rdbms.mk.org 2005-01-13 18:38:24.000000000 -0500
+++ ins_rdbms.mk 2005-01-13 18:40:33.000000000 -0500
@@ -125,11 +125,6 @@
-mv $(ORACLE_HOME)/rdbms/lib/extproc $(ORACLE_HOME)/bin/extproc
-chmod 751 $(ORACLE_HOME)/bin/extproc
-iextproc32: extproc32
- -mv -f $(ORACLE_HOME)/bin/extproc32 $(ORACLE_HOME)/bin/extproc32O
- -mv $(ORACLE_HOME)/rdbms/lib/extproc32 $(ORACLE_HOME)/bin/extproc32
- -chmod 751 $(ORACLE_HOME)/bin/extproc32
-
iagtctl: $(AGTCTL)
-mv -f $(ORACLE_HOME)/bin/agtctl $(ORACLE_HOME)/bin/agtctlO
-mv $(ORACLE_HOME)/rdbms/lib/agtctl $(ORACLE_HOME)/bin/agtctl
- ora.database
#!/sbin/runscript
# ----------------------------------------------------------------------
# File: /etc/init.d/ora.database
# Purpose: Startup Oracle Database(s) defined in /etc/oratab
# ----------------------------------------------------------------------
depend() {
need net logger hostname clock
}
start() {
source /etc/profile.env
if [ ! -f $ORACLE_HOME/bin/dbstart ]
then
echo "Oracle not started (no dbstart script)"
return 1
fi
ebegin "Starting Oracle"
/bin/su - $ORACLE_OWNER -c $ORACLE_HOME/bin/dbstart
eend $? "Failed to start Oracle."
}
stop() {
source /etc/profile.env
if [ ! -f $ORACLE_HOME/bin/dbshut ]
then
echo "Oracle not stopped (no dbshut script)"
return 1
fi
ebegin "Stopping Oracle"
/bin/su - $ORACLE_OWNER -c $ORACLE_HOME/bin/dbshut
eend $? "Failed to stop Oracle."
}
- ora.listener
#!/sbin/runscript
#----------------------------------------------------------------------
# file /etc/init.d/ora.listener
# Startup Oracle Listeners
# ----------------------------------------------------------------------
depend() {
need net
after ora.database
}
start() {
source /etc/profile.env
ebegin "Start Oracle Listeners"
/bin/su $ORACLE_OWNER -c "$ORACLE_HOME/bin/lsnrctl start LISTENER"
eend $? "Failed to start Oracle Listeners."
}
stop() {
source /etc/profile.env
ebegin "Stopping Oracle Listeners"
export ORACLE_OWNER=oracle;
/bin/su $ORACLE_OWNER -c "$ORACLE_HOME/bin/lsnrctl stop LISTENER"
eend $? "Failed to stop Oracle Listeners."
}
- ora.console
#!/sbin/runscript
# ----------------------------------------------------------------------
# File: /etc/init.d/ora.console
# Purpose: Startup Oracle Enterprise Manager DB Console and ISQL
# ----------------------------------------------------------------------
depend() {
need net
after ora.listener
}
start() {
source /etc/profile.env
ebegin "Start Oracle Enterprise Manager DB Console"
/bin/su $ORACLE_OWNER -c "$ORACLE_HOME/bin/emctl start dbconsole"
/bin/su $ORACLE_OWNER -c "$ORACLE_HOME/bin/isqlplusctl start"
eend $? "Failed to start Oracle Enterprise Manager DB Console."
}
stop() {
source /etc/profile.env
ebegin "Stopping Oracle Enterprise Manager DB Console"
/bin/su $ORACLE_OWNER -c "$ORACLE_HOME/bin/emctl stop dbconsole"
/bin/su $ORACLE_OWNER -c "$ORACLE_HOME/bin/isqlplusctl stop"
eend $? "Failed to stop Oracle Enterprise Manager DB Console."
}
Downgrade Firefox 3.5 to 3.0 on Ubuntu 9.10
Buat teman-teman yang biasa make firefox versi lama maka jika menggunakan versi baru mungkin akan terasa asing bahkan lambat. Ubuntu 9.10 alias karmic koala secara default menyediakan firefox versi 3.5 yang kemungkinan jika digunakan pada komputer dengan RAM yang pas-pasan makan akan terasa berat. Alternatif lain adalah dengan men-downgrade kan ke versi lama. Berikut caranya:
- Pertama silakan download firefox versi lama yang anda inginkan di sini.
- Pilihlah yang linux-i686
- Setelah itu ikuti langkah berikut:
cp -R ~/.mozilla ~/.mozillabackup sudo tar -C /opt -jxvf firefox-3*.tar.bz2 sudo mv /opt/firefox/plugins /opt/firefox/plugins.old sudo ln -s /usr/lib/mozilla/plugins /opt/firefox/plugins sudo dpkg-divert --divert /usr/bin/firefox.ubuntu --rename /usr/bin/firefox sudo ln -s /opt/firefox/firefox /usr/bin/firefox
And viola, anda mendapatkan firefox kesenangan anda.Semoga membantu.
Tested on Ubuntu 9.10 Karmic Koala
Thanks to aysiu from newyork.ubuntuforums.org
Install SIPp dan OpenSIPS on Ubuntu
SIPp merupakan trafik generator untuk protokol SIP. Cara install :
- install sudo apt-get install ncurses-dev build-essential
- download SIPp-nya (tested on SIPp 2.1 dan 3.0)
- setelah ekstraksi lalu tambahkan #include <limits.h> pada file yang “‘INT_MAX’ was not declared in this scope“
- lalu “make pcapplay_ossl” untuk compile+enable pcap dan ssl.
OpenSIPS merupakan SIP Server yang berfungsi sebagai registar. Cara install
- apt-get install bison bisonc++ flex libsctp1 mysql-server libmysqlclient15-dev libxml2-dev libexpat1-dev libradius1 libradius1-dev libcurl4-openssl-dev libxmlrpc-c3 libxmlrpc-c3-dev libperl-dev libsnmp-dev libconfuse0 libconfuse-dev build-essential
- lalu extract opensips yang telah didownload dari sini.
- lakukan editting pada Makefile, jika ingin menggunakan mysql sebagai database maka hilangkan db_mysql pada exclude_modules. Selain itu silakan custom sendiri.
- lalu “make all”
- dan “make install”
- semua file hasil instalasi akan berada default di /usr/local.
Semoga membantu.
NB: tested on Ubuntu 9.10
EAPI 1 EAPI 2 error
Jika terjadi error karena EAPI 1 maupun 2 seperti di bawah ini
Calculating world dependencies /
!!! All ebuilds that could satisfy “>=sys-libs/e2fsprogs-libs-1.41″ have been masked.
!!! One of the following masked packages is required to complete your request:
- sys-libs/e2fsprogs-libs-1.41.3-r1 (masked by: required EAPI 2, supported EAPI 1)
- sys-libs/e2fsprogs-libs-1.41.4 (masked by: required EAPI 2, supported EAPI 1)
maka yang harus dilakukan adalah
- mengupdate portage (#emerge-webrsync)
- lalu install portage, #emerge portage
- setelah itu cek python-nya, #python-updater, hanya disarankan untuk sistem yang masih baru.
- setelah semuanya ok,karena diawal kita mengupdate portage maka kita haruslah mengupdate system kita, #emerge system && emerge world
Mudah2an membantu.
belajar berilmu
Ilmu itu hanya untuk orang yang mau belajar.
Pelajaran hari ini di atas belalang tempur kesayangan,saat menikmati hiruk pikuk jalanan sambil berpikir,memahami kata pembelajaran.
Saat kepuasan akan hasil menjadi tujuan, akankah sama hasilnya dengan ketidaksempurnaan hasil yang menuntut kita untuk belajar menjadi lebih baik.
I
Pembelajaran yang tak pernah berhenti akankah terhentikan dengan kepuasan akan hasil yang dicapai, kepuasan itu akankah menghentikan otak untuk berpikir, belajar dan berilmu.
L
Tujuan akhir yang tidak kelihatan akankah menjadi petunjuk untuk belajar dan berilmu atau malah menjadi senjata bagi kegilaan melanda.
M
Salah atau benarkah jika Ilmu itu hanya untuk orang yang mau belajar, ataukah semua orang bisa belajar tanpa berilmu ataukah berilmu tanpa belajar, tidak mungkin.
U
KCDemu, daemon tools on KDE
Bagi para pengguna linux terutama bagi para pengguna desktop berbasis KDE yang membutuhkan aplikasi untuk menge-mount file iso, bisa mempertimbangkan menggunakan KCDemu. Aplikasi ini merupakan aplikasi yang berbasis KDE 4 namun bagi pengguna KDE 3 masih bisa menggunakannya juga. KCDemu ini membutuhkan kdelib-4 untuk bisa berjalan juga CDemu tentunya. Bagi para pengguna gentoo bisa mendapatkan ebuildnya di sini. Bagi pengguna gentoo KCDemu ini belum merupakan applikasi yang stable melainkan masih di-mask baik itu untuk sistem x86 maupun amd64. Jadi resiko tanggung sendiri yah,,,,
Cukup basa-basinya, begini tahap instalasinya, di gentoo linux tentunya :
- download file ebuild-nya,seperti biasa “ebuild xxxxx digest”
- lalu autounmask xxx
- lalu tinggal emerge ajah..agak lama karena ini akan membutuhkan instalasi kdelibs-4
- setelah itu edit /etc/conf/cdemud , CDEMUD_DEVICES=”yy”
- KCDemu membutuhkan modules vhba, karena saya tidak mencompile modules itu a.k.a males compile2 maka saya menambahkan “vhba” pada ” /etc/modules.autoload.d/kernel-2.* “
- dan “rc-update add cdemu default”
- lalu jadilah violaa..
NB: xxx = versi KCDemu yang digunakan. yy = jumlah device yang akan dicreate. * = sesuaikan dg kernel yang anda gunakan.
Webex, player for .arf dan .wrf
Buat teman2 yang biasa ikutan webinar pasti akan mengenal file extention .arf atau .wrf karena keduanya merupakan file extensi untuk recorded webinar. Perbedaan file .arf dengan .wrf dapat dilihat di sini. File .arf dapat kita jalannya menggunakan WebEx Network Recording Player dimana player ini merupakan bawaan dari WebEx yang merupakan penyelenggara webinar atau webcast. Untuk bisa menjalankan file .arf kita harus menginstall nbr2player terlebih dahulu. Installernya dapat diunduh di sini. Kebetulan saya menggunakan linux sebagai desktop maka saya menggunakan crossover sebagai jalan untuk menjalankan nbr2player.
Sedangkan file .wrf dapat dijalankan menggunakan webex installer for linux. Untuk installernya dapat diunduh di sini. Kalau untuk menjalankan webex ini kita tak perlu menggunakan crossover lagi karena webex ini sudah tersedia untuk versi linuxnya. Sedikit screenshotnya nech..:
Referensi:
JadRetro, decompiler java 1.5
Untuk melakukan decompile file .class yang berbasis java 1.5 dan class file version 48.0 maka kita tidak bisa seutuhnya menggunakan JAD selaku kompiler. Kita memerlukan tambahan berupa JadRetro ( linux, windows). JadRetro merupakan: *kutipan dari jadretro.txt
JadRetro is not a decompiler itself, it is a class transformer helping
some old (but good) Java decompilers to convert more class files and/or
generate more correct source code.
Jadi apabila kita mengalami gagal dalam me-decompile seperti ini:
Parsing xxx.class…The class file version is 48.0 (only 45.3, 46.0 and 47.0 are supported)
Parsing inner class xxx$xxxx.class…The class file version is 48.0 (only 45.3, 46.0 and 47.0 are supported)
Parsing inner class xxxxx$1.class…The class file version is 48.0 (only 45.3, 46.0 and 47.0 are supported)
Generating xxxxxx.ave
Couldn’t fully decompile xxxxxx$
Couldn’t resolve all exception xxxxxxxx$
Maka hal yang perlu dilakukan adalah
- jadretro -c xxx.class
- jad xxx.class
Setelah itu kita akan mendapatkan file .jad yang benar2 merupakan isi dari file .class.
CMIIW
TroubleShooting GroundWork : Error PHPTAL.php
Jika saat teman2 setelah melakukan konfigurasi ulang sistem monitoring GrondWork dan mengalami error seperti ini:
Warning: PHPTAL::require_once(/tmp/tpl_1_0_1152692ea3c1dbf45f6582b0a1c4f80394.php) [phptal.require-once]: failed to open stream: No such file or directory in /usr/local/groundwork/core/guava/htdocs/guava/lib/PHPTAL/PHPTAL.php on line 265
Fatal error: PHPTAL::require_once() [function.require]: Failed opening required ‘/tmp/tpl_1_0_1152692ea3c1dbf45f6582b0a1c4f80394.php’ (include_path=’.:/usr/local/groundwork/core/foundation/api/php:/usr/local/groundwork/php/lib/php’) in /usr/local/groundwork/core/guava/htdocs/guava/lib/PHPTAL/PHPTAL.php on line 265
Maka hal yang perlu dilakukan adalah menghapus Cookies dan Cache dari browser yang teman2 gunakan. It Works for me,,
Monitoring system with GroundWork
GroundWork merupakan software untuk monitoring sistem server dengan menggabungkan nagios, cacti,dan nsca. Dalam tutorial dalam saya menginstall GroundWork pada sistem amd64. Installernya dapat didapatkan di sini.
Requirement sistem yang disyaratkan oleh GroundWork seperti ini: Procesor 2 min 3000Mhz, RAM min 4GB, space HD 160GB. Namun saya membuat dengan spesifikasi Procesor AMD X2 5600+ 2,8GHz, RAM Corsair 2GB, space HD 10GB dan Alhamdulillah berhasil namun saya memperkirakan bahwa nanti jika saya akan menambahkan fitur maupun plugins pastilah akan benar-benar membutuhkan spesifikasi yang seperti yang telah disyaratkan.
Sebelum menginstall,pastikan apache & mysql yg sudah terinstall pada sistem dalam kondisi STOP. Untuk tahap instalasinya seperti ini:
#./groundwork-5.3.0-br22-gw202-linux-64-installer.bin –mode unattended
Untuk password mysql GroundWork ga usah dimasukkan. Setelah semuanya selesai,cek http://localhost .
Username: admin ; password: admin.
Untuk semua hasil instalasi akan berada pada /usr/local/groundwork/
And there it is…



